Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perusahaan Teknologi AS Siap Habiskan Rp 11.69 quadriliun (US$700 Miliar) untuk AI, Jauh Ungguli China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
30 Apr 2026
101 dibaca
1 menit
Perusahaan Teknologi AS Siap Habiskan Rp 11.69 quadriliun (US$700 Miliar)  untuk AI, Jauh Ungguli China

AI summary

Perusahaan teknologi AS menginvestasikan jumlah yang jauh lebih besar dalam AI dibandingkan dengan perusahaan China.
Pengeluaran modal AI oleh raksasa teknologi AS dipicu oleh meningkatnya permintaan dan biaya memori.
Perusahaan China, meskipun menghabiskan lebih sedikit, tetap mampu mengembangkan model AI yang kompetitif.
Pengeluaran modal AI oleh perusahaan teknologi terbesar AS diperkirakan mencapai lebih dari 700 miliar dolar AS tahun ini, jauh melampaui pengeluaran perusahaan teknologi China yang sekitar 105 miliar dolar AS. Google, Microsoft, Meta Platforms, dan Amazon merupakan pemain utama dengan anggaran belanja AI terbesar.Perusahaan cloud China mengalokasikan pengeluaran AI yang jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan AS, sebagian akibat pembatasan akses chip canggih dari AS. Meski demikian, perusahaan China fokus pada pengembangan perangkat lunak dan algoritma untuk mengejar ketertinggalan dalam kemampuan AI.Tren pengeluaran besar-besaran oleh perusahaan AS memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin global dalam pengembangan teknologi AI. Sementara itu, perusahaan China diprediksi akan meningkatkan investasi AI untuk memenuhi permintaan domestik yang tumbuh dan mengatasi keterbatasan teknologi dari AS.

Experts Analysis

Wei Xiong
Meski investasi AI China lebih kecil, mereka mampu mengembangkan model AI berkualitas tinggi yang sebanding dengan yang dikembangkan oleh perusahaan AS.
Tilly Zhang
Skala investasi China tidak bisa langsung dibandingkan dengan AS, karena strategi mereka lebih fokus pada efisiensi biaya dan pengembangan perangkat lunak, yang tetap menghasilkan keuntungan bisnis yang kompetitif.
Editorial Note
Dominasi pengeluaran modal oleh perusahaan teknologi AS menegaskan posisi mereka sebagai pemimpin inovasi AI global, namun pembatasan teknologi AS terhadap China telah memaksa perusahaan China untuk berinovasi lebih dalam pada perangkat lunak dan algoritma, yang mungkin menciptakan model AI yang lebih efisien dan berbiaya lebih rendah. Jika tren ini berlanjut, persaingan AI global akan semakin ketat dengan potensi munculnya alternatif AI yang lebih hemat biaya dari China.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.