TLDR
Scout AI mengembangkan teknologi otonom untuk mendukung operasi militer dengan menggunakan model AI yang canggih. Model Vision Language Action (VLA) yang digunakan oleh Scout AI memberikan kemampuan baru dalam mengendalikan kendaraan dan drone otonom. Kolaborasi dengan lembaga seperti DARPA dan unit militer menunjukkan potensi Scout AI untuk berkontribusi dalam inovasi pertahanan. Scout AI, sebuah startup yang didirikan oleh Colby Adcock dan Collin Otis, sedang mengembangkan model AI bernama Fury untuk mengoperasikan kendaraan militer secara otonom di medan perang yang tidak terstruktur. Mereka melatih AI ini menggunakan kendaraan ATV di sebuah pangkalan militer di California. Selain logistik, dalam waktu dekat mereka juga akan fokus pada kendaraan tempur dan drone otonom.Scout AI berhasil mengumpulkan dana senilai 100 juta dolar dalam putaran Seri A, dengan kontrak sebesar 11 juta dolar dari DARPA dan lembaga pertahanan AS. Perusahaan menggunakan teknologi baru Vision Language Action (VLAs) yang menggabungkan kemampuan bahasa dan visi untuk membuat robot lebih cerdas dan dapat dioperasikan layaknya manusia dalam situasi sulit. Produk pertama mereka, Ox, memberikan perangkat lunak komando untuk mengendalikan aset otonom militer.Pengembangan teknologi ini memungkinkan operasi militer dengan pengurangan risiko untuk personel dan efisiensi tinggi dalam logistik dan pengawasan medan perang. Meski masih dalam tahap pengujian, teknologi ini berpotensi mengubah cara militer mengatur kendaraannya dan mengambil keputusan taktis di masa depan. Namun, isu pengawasan dan etika terhadap penggunaan kendaraan dan drone tempur tetap menjadi perhatian penting.