TLDR
Scout AI berfokus pada pengembangan AI untuk aplikasi militer dengan menggunakan teknologi terbaru. Model VLA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kendaraan otonom dalam situasi yang tidak terstruktur. Teknologi otonomi dapat membantu mengurangi beban tugas manusia dalam misi militer, seperti resupply logistik. Scout AI melatih model AI bernama 'Fury' untuk mengoperasikan kendaraan militer otonom di medan yang sulit, dimulai dengan tugas logistik dan akan berkembang ke senjata otonom. Perusahaan menggunakan teknologi Vision Language Action (VLA) berbasis LLM yang mampu mengontrol robot dan kendaraan di lingkungan tidak terstruktur. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efektivitas misi militer dan mengurangi keterlibatan langsung manusia di zona bahaya.Scout AI telah mengumpulkan dana sebesar $100 juta dan mengikat kontrak dengan DARPA, Army Applications Laboratory, serta melibatkan 1st Cavalry Division dalam pengujian teknologi di lapangan. Kendaraan yang dikembangkan mampu mengemudi secara otomatis, melambat saat ragu, dan menyesuaikan posisi di jalur sempit atau lebar. Model AI dilatih dengan melakukan simulasi dan pelatihan langsung di medan perbukitan yang menantang untuk peningkatan berkelanjutan.Penggunaan awal teknologi ini fokus pada pengiriman suplai secara otomatis ke pos-pos militer dan konvoi, serta pengembangan kendaraan tempur otonom dan drone serang yang dapat beroperasi sendiri dengan kontrol minimal manusia. Hal ini mempersiapkan militer menghadapi ancaman drone musuh dalam jumlah besar dan meningkatkan respon tempur yang presisi. Scout AI berkomitmen mengembangkan model AI militer dari awal agar cepat beradaptasi dengan lingkungan nyata berbasis interaksi langsung.