TLDR
Bitcoin mengalami lonjakan harga tetapi menghadapi penjualan di level $80,000. Pasar Asia menunjukkan tren positif yang dipengaruhi oleh berita geopolitik. Keputusan kebijakan dari bank sentral dapat menjadi faktor penentu untuk pergerakan harga Bitcoin. Bitcoin sempat menyentuh harga tertinggi dalam 12 minggu di $79.399 namun kemudian ditolak dan turun kembali di sesi Asia. Penolakan ini terjadi sekitar level psikologis $80.000 yang menjadi titik breakeven banyak pembeli baru.Sentimen positif dipicu oleh laporan Axios yang menyebut Iran mengajukan tawaran kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, memicu kenaikan di saham dan minyak. Meskipun begitu, harga Bitcoin dan kripto utama lainnya seperti Ether, Solana, dan BNB terpangkas di sesi yang sama.Ke depan, keputusan kebijakan Federal Reserve dan European Central Bank serta hasil laporan laba perusahaan teknologi besar AS akan menjadi katalis penting bagi pergerakan Bitcoin. Tanpa katalis tersebut, harga Bitcoin kemungkinan akan terus terkonsolidasi di bawah $80.000.