TLDR
Perusahaan perlu mendesain ulang workflow mereka untuk mengintegrasikan AI secara efektif. Kegagalan dalam otomatisasi sering kali disebabkan oleh penerapan prosedur lama pada teknologi baru. Alat untuk menguji dan memvalidasi workflow AI masih sangat dibutuhkan dan belum tersedia secara luas. Investasi AI di perusahaan masih membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan keuntungan karena kebanyakan perusahaan menempelkan AI ke alur kerja manusia yang ada tanpa penyesuaian berarti. Contohnya adalah kegagalan sistem penanganan bagasi otomatis di Denver yang gagal karena tidak menghitung kebiasaan manusia di lapangan.LLM memang membutuhkan konteks, tetapi menambah konteks secara berlebihan meningkatkan biaya, latensi, dan risiko kesalahan seperti hallucination dan kerentanan keamanan. Kerumitan kontrol dan kebijakan keamanan juga menambah hambatan dalam integrasi AI secara mulus ke perusahaan.Solusi yang benar adalah mendesain ulang alur kerja AI dari dasar dengan mendefinisikan input, output, state, eskalasi, dan kontrol secara detail. Kini, belum ada alat yang mampu menguji dan memvalidasi alur kerja AI secara otomatis, oleh karenanya menjadi tantangan besar bagi perusahaan yang ingin sukses dengan AI.