Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan Mobil Listrik Bekas Bisa Turunkan Harga dan Perluas Akses EV

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
26 Apr 2026
146 dibaca
1 menit
Lonjakan Mobil Listrik Bekas Bisa Turunkan Harga dan Perluas Akses EV

AI summary

Ketersediaan mobil listrik bekas dapat membuatnya lebih terjangkau bagi konsumen.
Perbedaan harga antara mobil baru dan bekas cukup signifikan, mempengaruhi pilihan konsumen.
Meskipun ada peningkatan ketersediaan, penjualan mobil listrik baru menunjukkan penurunan.
Jumlah kendaraan listrik dengan masa sewa berakhir akan meningkat pesat dari 123.000 unit di 2025 menjadi lebih dari 600.000 unit di 2027. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang disewa selama beberapa tahun terakhir yang kini memasuki tahap akhir kontrak leasing. Sebagian besar kendaraan tersebut akan masuk pasar mobil bekas, memperbesar pasokan EV bekas.Rata-rata harga mobil bekas jauh lebih rendah dibandingkan mobil baru: $27.113 untuk bekas versus $46.992 untuk baru. Contohnya, sebuah Hyundai Ioniq 5 bekas tahun 2023 dengan jarak tempuh 18.000 mil saat ini dijual $28.000, dibandingkan harga aslinya yang dulu mencapai $58.000. Ini menunjukkan EV bekas kini berada di level harga yang bisa bersaing dengan mobil bensin bekas.Penurunan signifikan dalam penjualan dan penyewaan mobil listrik baru sebesar 36 persen dari 2024 ke 2025, dan terus turun di awal 2026, menjadi perhatian. Namun, lonjakan EV bekas yang tersedia bisa membantu memperluas pasar EV secara keseluruhan dengan harga yang lebih terjangkau, walaupun pasar EV baru mungkin akan melambat.

Experts Analysis

Elon Musk
Pasar EV bekas akan memicu akselerasi adopsi kendaraan listrik, namun fokus pada inovasi dan pengurangan biaya produksi tetap krusial untuk pertumbuhan jangka panjang.
Mary Barra
Perlu adanya strategi yang seimbang antara peningkatan pasokan mobil bekas dan dorongan pasar mobil baru untuk memastikan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.
Editorial Note
Kenaikan pasokan EV bekas akan sangat berdampak positif dalam mengatasi hambatan harga yang selama ini menghalangi banyak konsumen beralih ke kendaraan listrik. Namun, tren penurunan penjualan EV baru menunjukkan bahwa ada faktor lain seperti kurangnya insentif atau perkembangan teknologi yang bisa menjadi masalah serius bagi pertumbuhan industri EV.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.