
Courtesy of SCMP
Kenaikan Harga Lithium Dorong Konsumen China Pilih Mobil Hybrid daripada Listrik
Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana kenaikan biaya bahan baku baterai, terutama lithium, dan berakhirnya insentif membuat pasar EV di China bergeser ke arah mobil hybrid yang lebih terjangkau, memberikan wawasan bagi konsumen dan pelaku industri.
19 Feb 2026, 18.00 WIB
256 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kenaikan harga lithium berdampak signifikan pada pasar EV di Tiongkok.
- Kendaraan hybrid menjadi pilihan yang lebih praktis bagi konsumen yang sadar biaya.
- Perusahaan otomotif harus beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen untuk tetap kompetitif.
Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok - Pasar kendaraan listrik di China sedang mengalami perubahan signifikan akibat kenaikan harga baterai, terutama lithium, yang merupakan komponen utama. Kenaikan harga ini membuat biaya produksi kendaraan listrik murni (BEV) menjadi lebih mahal daripada sebelumnya.
Selain itu, insentif pemerintah yang sebelumnya mendukung penjualan kendaraan listrik mulai berakhir, sehingga konsumen yang sensitif terhadap harga mulai mempertimbangkan kembali pilihan mereka saat membeli mobil baru.
Sebagai hasilnya, mobil hybrid seperti PHEV dan EREV mulai mendapatkan kembali pangsa pasar setelah beberapa tahun didominasi kendaraan listrik murni. Konsumen menganggap hybrid sebagai opsi yang lebih praktis dan ekonomis dalam situasi pasar yang sedang naik harga.
Para analis memperkirakan kendaraan listrik murni bisa memerlukan biaya produksi tambahan sampai 3.800 yuan atau sekitar 550 dolar AS untuk sebuah mobil midsize, sementara kendaraan plug-in hybrid hanya menambah sekitar 2.000 yuan atau 290 dolar AS, angka yang jauh lebih rendah.
Meskipun kendaraan listrik murni dianggap sebagai masa depan transportasi rendah emisi, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa harga dan insentif sangat memengaruhi pilihan konsumen dalam jangka pendek, dengan hybrid yang diperkirakan akan terus diminati tahun ini.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3343905/chinas-ev-momentum-slows-pricier-batteries-steer-drivers-hybrids?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3343905/chinas-ev-momentum-slows-pricier-batteries-steer-drivers-hybrids?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Tian Maowei
"Penurunan sementara penjualan BEV karena kekhawatiran biaya adalah fenomena alami dalam siklus pasar EV di China."
Analisis Kami
"Situasi ini menunjukkan bagaimana faktor ekonomi makro seperti harga bahan baku bisa secara signifikan membentuk arah teknologi kendaraan. Pasar bukan hanya tentang inovasi, tapi juga soal aksesibilitas harga bagi konsumen yang menjadi penentu utama."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, tren preferensi konsumen akan bergeser sementara dari mobil listrik murni ke hybrid akibat biaya yang lebih terjangkau; BEV akan kembali populer saat biaya bahan baku turun atau teknologi baterai baru muncul.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang mempengaruhi perubahan dalam pasar kendaraan listrik di Tiongkok?A
Harga lithium yang lebih tinggi dan berakhirnya insentif mendorong pergeseran dalam pasar kendaraan listrik.Q
Mengapa konsumen beralih dari kendaraan listrik murni ke hybrid?A
Konsumen menjadi lebih sadar akan biaya dan mencari opsi yang lebih terjangkau seperti hybrid.Q
Apa perbedaan antara BEV dan PHEV?A
BEV adalah kendaraan listrik murni sementara PHEV adalah kendaraan yang menggabungkan listrik dan mesin pembakaran internal.Q
Berapa biaya tambahan yang bisa ditambahkan oleh harga lithium pada BEV?A
Harga lithium dapat menambah biaya produksi hingga 3.800 yuan untuk BEV.Q
Apa yang diharapkan untuk pasar EV di Tiongkok tahun ini?A
Diharapkan ada penurunan penjualan kendaraan listrik murni karena kekhawatiran biaya.




