TLDR
Korelasi negatif antara Bitcoin dan Indeks Dolar menunjukkan dinamika penting dalam perdagangan cryptocurrency. Risiko makroekonomi, termasuk harga minyak yang tinggi, dapat membebani pergerakan harga Bitcoin. Rasio ETH/BTC yang menurun mengindikasikan potensi underperformance Ethereum dibandingkan Bitcoin. Bitcoin dan Dollar Index (DXY) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat dengan koefisien -0,90, terendah sejak September 2022. Hubungan ini mengindikasikan bahwa ketika dolar melemah, Bitcoin menguat secara signifikan dan sebaliknya. Faktor ini sangat penting karena menggambarkan sensitivitas Bitcoin terhadap kekuatan dolar.Pergerakan harga Bitcoin di atas 79.000 USD mulai terhenti seiring penguatan Dollar Index ke angka 98,75 dari level terendah 97,63 pada 17 April. Kondisi ini diperburuk oleh faktor makro seperti kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz dan ketegangan AS-Iran yang menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Hal ini menciptakan hambatan bagi penguatan Bitcoin.Para analis dan pelaku pasar, termasuk Anthony Scaramucci, memproyeksikan bahwa Bitcoin belum akan mengalami pemulihan besar sampai akhir tahun, dengan aktivitas jual dari pemilik besar yang masih berlangsung. Hal ini menandakan potensi konsolidasi atau tekanan harga dalam waktu dekat, sambil menunggu sinyal positif dari faktor eksternal dan siklus pasar.