Inovasi Elektroda Graphene: Revolusi Bedah Otak dan Terapi Neurologis Masa Depan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
22 Apr 2026
70 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Studi ini menunjukkan bahwa grafena dapat digunakan dengan aman untuk berinteraksi dengan otak manusia.
Antarmuka grafena memberikan sinyal saraf dengan detail yang lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda logam.
INBRAIN berkolaborasi dengan institusi medis untuk mengembangkan solusi permanen untuk gangguan neurologis.
INBRAIN Neuroelectronics telah menyelesaikan rekrutmen untuk studi pertama pada manusia yang mengevaluasi antarmuka otak berbasis graphene. Sepuluh peserta direkrut dan delapan menjalani operasi dengan antarmuka graphene, yang memberikan data detail untuk membantu menjaga fungsi vital otak seperti bicara dan gerakan.
Elektrode graphene ultra tipis dan fleksibel menggantikan elektrode logam yang kaku, menghasilkan sinyal neural lebih jernih dan presisi selama operasi tumor otak. Studi ini menunjukkan tidak ada masalah keselamatan atau kegagalan perangkat, serta antarmuka dapat dikombinasikan dengan sistem operasi standar dengan mudah.
Keberhasilan studi ini membuka peluang besar bagi pengembangan sistem BCI cerdas yang dapat memahami sinyal otak melalui kolaborasi dengan Microsoft dan studi lanjutan di Mayo Clinic untuk pengobatan penyakit neurologis seperti Parkinson dan epilepsi, menandai era baru dalam teknologi neuroelektronika klinis.
Analisis Ahli
Kostas Kostarelos
Graphene dapat dengan aman berinteraksi dengan otak manusia dan mampu menangkap sinyal neural dengan resolusi tinggi, memungkinkan pemahaman pola otak dan bicara yang sebelumnya sulit dicapai dengan logam.

