Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dewan Keamanan Arbitrum Bekukan Rp1 Triliun Dana Hasil Eksploitasi KelpDAO

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
21 Apr 2026
165 dibaca
1 menit
Dewan Keamanan Arbitrum Bekukan Rp1 Triliun Dana Hasil Eksploitasi KelpDAO

AI summary

Dewan Keamanan Arbitrum mengambil tindakan darurat untuk membekukan dana curian.
Eksploitasi ini melibatkan kelompok peretas Lazarus Group yang terkenal.
Kelp DAO sedang mencari cara untuk memulihkan dana dan bekerja sama dengan pihak berwenang.
Dewan Keamanan Arbitrum membekukan 30.766 ETH senilai sekitar 71 juta dolar AS dari dana yang terkait dengan eksploitasi besar pada KelpDAO yang terjadi pada hari Sabtu. Hal ini merupakan respons darurat untuk menghentikan pergerakan dana curian senilai 292 juta dolar AS yang melibatkan token rsETH pada bridge LayerZero.Pembekuan dana dilakukan dengan masukan dari penegak hukum dan tanpa mempengaruhi pengguna lain di jaringan Arbitrum. Serangan ini dikaitkan dengan kelompok Lazarus asal Korea Utara dan menimbulkan sengketa tanggung jawab antara Kelp dan LayerZero sebagai penyedia infrastruktur bridge.Tindakan ini memungkinkan pemulihan sebagian dana yang dicuri dan mengubah dinamika sosialiasi kerugian antara ekosistem, sambil membuka peluang intervensi lanjutan pada rantai lain yang digunakan pelaku. KelpDAO kini sedang mempertimbangkan opsi pemulihan, termasuk koordinasi dana dan langkah hukum.

Experts Analysis

Andreas Antonopoulos
Tindakan pembekuan dana oleh Dewan Keamanan Arbitrum menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara desentralisasi dan kebutuhan akan mekanisme keamanan darurat dalam ekosistem blockchain yang semakin kompleks.
Elizabeth Stark
Inisiatif seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan pengguna pada protokol Layer-2, meskipun harus diimbangi dengan transparansi dan batasan agar tidak mengikis prinsip desentralisasi.
Editorial Note
Langkah Dewan Keamanan Arbitrum ini merupakan contoh langka dan tegas dalam dunia DeFi yang biasanya mengedepankan desentralisasi tanpa campur tangan langsung. Meskipun tindakan ini kontroversial, intervensi semacam ini mungkin akan menjadi preseden penting dalam upaya melindungi ekosistem dari eksploitasi besar di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.