Pasar Kripto Kembali Bergerak Setelah Lonjakan dan CME Gap Terbentuk
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Apr 2026
80 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bitcoin dan Ether mengalami penurunan harga setelah mencapai puncaknya.
Penutupan Selat Hormuz berdampak pada pasar energi dan aset berisiko.
CME gap menunjukkan potensi pergerakan harga Bitcoin di masa depan.
Pasar kripto mengalami lonjakan ke level tertinggi sejak Februari sebelum kembali ke posisi sebelumnya. Bitcoin diperdagangkan sedikit di bawah 75.000 USD dan Ethereum sekitar 2.300 USD. Faktor eksternal menyebabkan volatilitas signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Pasar berjangka Bitcoin di CME mencatat harga penutupan tinggi dan membuka harga lebih rendah yang menciptakan 'CME gap' 3,8%. Gap serupa sebelumnya terisi dalam waktu singkat pada perdagangan minggu sebelumnya. Ketidakpastian makroekonomi serta penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz diperkirakan memengaruhi sentimen pasar.
Ketegangan geopolitik menyebabkan harga minyak melonjak, menekan pasar saham dan aset berisiko lainnya. Volume perdagangan dan sentimen pasar cenderung meningkat dengan adanya potensi pengisian gap di pasar berjangka. Investor disarankan tetap waspada terhadap perubahan situasi global yang dapat memicu volatilitas.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan bahwa pasar masih sangat dinamis dan dipengaruhi faktor eksternal, namun tingkat adopsi yang meningkat dari institusi akan memperkuat fundamental jangka panjang kripto.PlanB
CME gap sering menjadi indikator kuat bahwa harga akan kembali menjembatani selisih tersebut dalam waktu dekat, menandakan pasar masih efisien dan trader dapat memanfaatkannya.


