Peretasan Rp 4.88 triliun ($292 Juta) di Jembatan Token rsETH Kelp DAO Kocok Dunia DeFi
Finansial
Mata Uang Kripto
19 Apr 2026
149 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan ini menunjukkan kerentanan dalam protokol jembatan lintas rantai.
Dampak dari kehilangan cadangan dapat meluas ke banyak jaringan dan mempengaruhi nilai token.
Respons cepat dari Kelp DAO diperlukan untuk meminimalkan kerugian dan membangun kembali kepercayaan.
Sebuah jembatan lintas rantai milik Kelp DAO yang mengelola token restaked ether (rsETH) diretas, menyebabkan pencurian 116.500 rsETH setara 292 juta dolar AS. LayerZero, selaku infrastruktur pengirim pesan antar rantai, dimanipulasi agar mengirim perintah palsu untuk melepaskan token ke alamat penyerang.
Jembatan tersebut berfungsi sebagai cadangan untuk token rsETH yang digunakan di lebih dari 20 jaringan Ethereum Layer 2 populer termasuk Base dan Arbitrum. Setelah serangan, protokol seperti Aave dan lain-lain membekukan pasar rsETH mereka untuk membatasi risiko lebih lanjut, sementara Kelp DAO mencoba menghentikan kerusakan melalui pembekuan kontrak inti.
Insiden ini menimbulkan ketidakpastian besar terhadap nilai dan likuiditas rsETH, berpotensi memicu aksi jual berantai di seluruh jaringan yang berdampak pada kestabilan pasar restaking Ethereum. Serangan ini juga menjadi yang terbesar di DeFi sepanjang 2026, menyoroti kebutuhan akan perbaikan keamanan dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.
Analisis Ahli
Stani Kulechov
Serangan ini berasal dari kelemahan eksternal di LayerZero, bukan kerentanan pada kontrak inti Aave. Namun, ini memperlihatkan pentingnya audit berkelanjutan dan kesiapan mekanisme darurat dalam protokol DeFi.
