Aerogel Isolasi Baterai Tahan Suhu 2.372°F, Tingkatkan Keamanan EV
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
18 Apr 2026
330 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Material isolasi baru dapat meningkatkan keamanan baterai lithium-ion dan mencegah kebakaran.
Aerogel menawarkan isolasi termal yang lebih baik dibandingkan dengan solusi sebelumnya, dengan ketahanan suhu yang lebih tinggi.
Proses produksi yang efisien memungkinkan material ini siap untuk adopsi industri dalam skala besar.
Nanjing Tech University mengembangkan material isolasi baterai berbasis aerogel silika yang tahan suhu ekstrem hingga 2.372°F. Material ini didesain untuk membatasi perpindahan panas antar sel baterai saat terjadi thermal runaway, kondisi kritis yang menyebabkan kebakaran pada baterai lithium-ion. Aerogel ini berfungsi sebagai firewall untuk memperlambat penyebaran panas dan membeli waktu bagi sistem keselamatan.
Uji coba menunjukkan lembar aerogel setebal 0,09 inci mampu mempertahankan suhu di sisi berlawanan di bawah 212°F setelah terpapar suhu 1.832°F selama lima menit. Strukturnya yang nanopori dengan 99% ruang udara membatasi konduksi panas dengan sangat efektif, serta memiliki fleksibilitas mekanik tinggi sehingga dapat menyesuaikan dengan siklus ekspansi dan kontraksi baterai. Proses produksi sudah dioptimalkan dengan efisiensi pemulihan pelarut hingga 99,5%, menekan biaya produksi bahan ini.
Inovasi ini sudah mulai digunakan oleh produsen baterai besar seperti CATL dan BYD, dan relevan tidak hanya untuk kendaraan listrik, namun juga untuk aplikasi penerbangan dan industri tinggi. Pengembangan ini berpotensi menjadi standar baru dalam keamanan baterai berkapasitas tinggi, mendorong kemajuan teknologi penyimpanan energi yang lebih aman dan efisien di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Maria Chen (Ahli Material Termal, MIT)
Penggunaan aerogel berbasis nanopori untuk isolasi termal adalah inovasi yang sangat canggih, dan peningkatan ketahanan suhu hingga lebih dari dua ribu derajat Fahrenheit menunjukkan kemajuan besar dalam teknologi baterai. Integrasi elastisitas membuat material ini tidak hanya tahan api tapi juga tahan lama, penting untuk penggunaan dinamis dalam kendaraan listrik.Prof. Hiroshi Tanaka (Peneliti Baterai, Universitas Tokyo)
Inovasi ini akan menjadi game-changer dalam industri baterai, karena thermal runaway merupakan masalah utama yang membatasi pengembangan kapasitas energi yang lebih besar. Material yang mampu bertahan dengan bobot ringan dan tahan lama bisa merubah paradigma desain sistem penyimpanan energi.


