Pengembang Klaim Bisa Buka Watermark Google SynthID, Google Bantah
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Apr 2026
299 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem watermarking SynthID dirancang untuk sulit dihapus tanpa mengurangi kualitas gambar.
Aloshdenny mengklaim dapat membingungkan decoder SynthID, tetapi tidak berhasil menghapus watermark sepenuhnya.
Google menanggapi klaim tentang keberhasilan membalikkan rekayasa SynthID dengan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak akurat.
Seorang pengembang bernama Aloshdenny mengklaim telah membalikkan rekayasa sistem watermark SynthID buatan Google yang digunakan untuk menandai gambar AI. Ia menunjukkan bahwa watermark dapat ditemukan dan sebagian dihapus dengan menggunakan 200 gambar hitam putih dari AI Gemini dan teknik pengolahan sinyal. Aloshdenny membagikan metodologinya secara terbuka di GitHub dan Medium.
SynthID adalah teknologi watermark hampir tidak terlihat yang tertanam langsung di piksel gambar saat penciptaan, dengan tujuan untuk melindungi konten AI agar tidak disalahgunakan. Google menggunakan SynthID secara luas pada produk AI mereka, termasuk model Nano Banana, Veo 3, dan konten AI di YouTube. Google sendiri membantah bahwa watermark tersebut dapat dihapus secara sistematis sebagaimana klaim sang pengembang.
Meski ada upaya membingungkan detektor SynthID, watermark tersebut memang sulit dihilangkan tanpa merusak kualitas gambar secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa SynthID dirancang untuk menaikkan biaya dan kesulitan penyalahgunaan konten AI, bukan menjadi sistem yang tidak bisa ditembus. Perlindungan watermark yang kuat menjadi semakin penting dalam era konten buatan AI yang masif.
Analisis Ahli
Myriam Khan
SynthID adalah alat watermarking yang robust dan efektif untuk konten AI, klaim penghapusan sistematis oleh pihak ketiga adalah tidak benar.


