Google Gemini: Deteksi Gambar AI dengan Watermark Tersembunyi SynthID
Teknologi
Kecerdasan Buatan
23 Nov 2025
294 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gemini kini memiliki kemampuan untuk mendeteksi gambar yang dihasilkan oleh AI melalui watermark SynthID.
Meskipun SynthID sangat berguna, ada banyak batasan dalam mendeteksi konten dari platform AI lain.
Google berencana untuk meningkatkan verifikasi konten dengan mendukung C2PA di masa depan.
Google memperkenalkan fitur deteksi baru di aplikasi Gemini yang membantu pengguna mengetahui apakah sebuah gambar dibuat oleh kecerdasan buatan atau tidak. Fitur ini bisa mendeteksi watermark sintetis bernama SynthID yang disematkan secara otomatis oleh model AI Google pada gambar yang dihasilkan. Watermark ini tidak bisa dilihat oleh mata manusia tapi bisa dideteksi dengan alat khusus.
Pengguna bisa mengunggah gambar ke aplikasi Gemini lalu bertanya apakah gambar tersebut dibuat oleh AI. Gemini akan memeriksa keberadaan watermark SynthID dan memberikan informasi dengan tingkat keyakinan tinggi bila gambar itu dibuat oleh model AI Google. Jika watermark tidak ditemukan, Gemini masih menggunakan kemampuan pro untuk mendeteksi ciri khas gambar AI seperti kesalahan fisika, kulit yang terlalu halus, atau petunjuk lain.
Namun, watermark SynthID hanya digunakan oleh model AI Google dan tidak ada pada gambar hasil AI dari platform lain seperti Midjourney. Gemini mencoba mendeteksi dengan metode lain seperti watermark yang terlihat, logo, dan pola penamaan file yang umum dipakai generative AI, tapi hasilnya tidak bisa dipastikan 100% akurat.
Watermark SynthID memang tahan terhadap modifikasi dasar seperti pemotongan, pengubahan ukuran, atau filter, tapi mudah dihapus oleh orang yang memiliki pengetahuan teknis dasar. Google juga berencana memperluas deteksi ke video, audio, dan teks, namun keterbatasan serupa tetap berlaku. Dengan fitur ini, Google berharap pengguna lebih sadar dan terbiasa melakukan verifikasi konten digital.
Kesimpulannya, alat deteksi baru ini adalah langkah kecil tapi penting untuk meningkatkan transparansi penggunaan AI dalam pembuatan gambar. Meskipun belum sempurna dan masih ada celah, fitur ini menjadi awal yang baik agar masyarakat tidak langsung percaya begitu saja pada gambar digital, terutama di era disinformasi yang semakin kompleks.
Analisis Ahli
Paul Monckton
Langkah Google untuk memperluas akses deteksi watermark ke publik lewat Gemini merupakan kemajuan yang baik, namun seiring berkembangnya teknologi manipulasi AI, metode ini harus terus ditingkatkan dan dipadukan dengan standar industri lain seperti C2PA.
