Presiden Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz, Harga Bitcoin Tertekan Keras
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Apr 2026
122 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan blokade Selat Hormuz oleh AS dapat mempengaruhi pasar global dan harga kripto seperti Bitcoin.
Negosiasi antara AS dan Iran menunjukkan ketegangan yang masih tinggi dalam hubungan internasional.
Perkembangan dalam teknologi blockchain dan AI mempengaruhi cara privasi kripto dievaluasi.
Presiden Trump mengumumkan secara resmi pemblokiran terhadap semua kapal yang memasuki dan keluar dari Selat Hormuz. Iran telah memblokade sebagian besar lalu lintas laut sejak serangan udara AS di bulan Februari. Gagalnya perundingan antara AS dan Iran juga berkontribusi pada ketegangan yang meningkat.
Harga Bitcoin, yang sempat naik ke lebih dari 73.000 USD, turun tajam ke 70.900 USD dalam waktu singkat setelah pengumuman blokade. Ketidakpastian geopolitik dan konflik militer menjadi faktor utama yang menekan pasar kripto pada akhir pekan ini. Pemblokiran ini memicu kekhawatiran investor yang mencari aset aman.
Blokade Selat Hormuz menimbulkan efek domino yang dapat memperburuk ketegangan global dan mempengaruhi stabilitas pasar keuangan serta aset digital. Ke depan, tekanan geopolitik dan kemajuan AI dalam analisis blockchain akan menuntut inovasi pada privasi kripto agar tetap relevan dan tahan terhadap serangan teknologi.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Ketegangan geopolitik selalu berdampak negatif pada pasar kripto jangka pendek, namun dalam jangka panjang, ketidakpastian seperti ini dapat mendorong adopsi teknologi blockchain sebagai sarana untuk diversifikasi dan keamanan aset.Elizabeth Stark (CEO Lightning Labs)
Pemblokiran jalur penting seperti Selat Hormuz menyoroti pentingnya blockchain terdesentralisasi yang tidak bergantung pada kondisi geopolitik suatu negara, memperkuat argumen untuk teknologi keuangan baru di era digital.


