Bitcoin Dekati Rp 1.25 juta ($75.000) : Apa Artinya untuk Volatilitas dan Pergerakan Harga?
Finansial
Mata Uang Kripto
14 Apr 2026
193 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Level $75,000 dapat berfungsi sebagai titik pelepasan volatilitas.
Posisi gamma negatif dapat meningkatkan volatilitas harga Bitcoin.
Moving average 100 hari juga menjadi indikator kunci dalam analisis harga.
Bitcoin baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam empat minggu di atas 74.000 dolar AS, yang menarik perhatian analis terutama terkait level harga 75.000 dolar yang dianggap krusial. Dealer dan market maker berada dalam posisi gamma negatif di level tersebut, yang berpotensi memperbesar fluktuasi harga.
Posisi gamma negatif memaksa dealer melakukan hedging pro-siklikal, yakni membeli saat harga naik dan menjual saat harga turun, sehingga dapat mempercepat pergerakan harga naik dan turun. Level harga 75.000 dolar juga bertepatan dengan 100-day moving average yang dahulu menjadi resistensi kuat.
Jika Bitcoin menembus harga 75.000 dolar ke atas, dealer akan cenderung membeli sehingga mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Sebaliknya, jika harga turun dari level ini, dealer dapat mempercepat penurunan dengan aksi shorting, menjadikan titik ini sebagai katalisator volatilitas pasar.
Analisis Ahli
Nic Carter
Posisi gamma negatif di pasar opsi Bitcoin membuat harga sangat rentan terhadap pergerakan tajam dalam jangka pendek, memperjelas pentingnya pemantauan manajemen risiko bagi semua pelaku pasar.Lyn Alden
Penggabungan data teknikal dan posisi derivatif memberi sinyal penting tentang potensi resistensi dan support yang dapat menentukan tren jangka menengah hingga panjang, terutama ketika harga mendekati level psikologis seperti 75.000 dolar.


