Bitcoin Dekati Rp 1.25 miliar ($75 Ribu) : Volatilitas Tinggi dan Peran Pasar Opsi
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Mar 2026
174 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Bitcoin menunjukkan tanda-tanda momentum bullish tetapi mengalami risiko dari faktor eksternal.
Posisi gamma negatif di pasar opsi dapat meningkatkan volatilitas harga Bitcoin.
Peningkatan volatilitas di pasar Treasury dapat mempengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan.
Bitcoin menunjukkan kenaikan harga ke atas Rp 1.20 juta ($72.100) , rata-rata harga 50 hari, yang menandai potensi momentum bullish. Harga Bitcoin mendekati level penting Rp 1.25 juta ($75.000) , di mana posisi opsi dengan nilai Rp 50.10 triliun ($3 miliar) memengaruhi dinamika pasar.
Posisi net short gamma sebesar Rp 50.10 triliun ($3 miliar) di opsi strike Rp 1.25 triliun ($75.000 m) embuat dealer opsi kemungkinan melakukan hedging pada harga yang naik, sehingga meningkatkan volatilitas pasar. Namun, faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak dan dolar serta penurunan indeks saham utama menjadi hambatan bagi kenaikan lebih lanjut.
Jika harga Bitcoin menembRp 1.25 juta (us $75.000) , volatilitas dan rally harga kemungkinan meningkat akibat aksi dealer dalam rebalancing posisi. Namun, ketegangan pasar keuangan global dari naiknya volatilitas Treasury AS mungkin memicu pengetatan likuiditas dan risiko penurunan di pasar aset berisiko.
Analisis Ahli
Markus Thielen
Negatif gamma sebesar $3 miliar diatas strike $75.000 dapat menimbulkan aksi hedging oleh dealer yang memperbesar volatilitas.Alex Kuptsikevich
Kondisi eksternal seperti kenaikan harga minyak dan dolar serta tekanan dari indeks saham utama akan menjadi hambatan bagi Bitcoin untuk terus naik.

