Data Pribadi Pelanggan Booking.com Bocor, Waspadai Serangan Phishing
Teknologi
Keamanan Siber
14 Apr 2026
16 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pelanggaran data di Booking.com dapat mengancam privasi pelanggan.
Peretas dapat memanfaatkan informasi yang dicuri untuk melakukan penipuan lebih lanjut.
Pentingnya perusahaan untuk segera memberi tahu pelanggan tentang pelanggaran data dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini.
Booking.com telah mengalami pelanggaran keamanan yang memungkinkan pihak tidak berwenang mengakses data pribadi pelanggan. Informasi yang bocor termasuk nama, alamat email, alamat fisik, nomor telepon, dan detail pemesanan. Perusahaan memberi tahu para pelanggan tentang insiden ini melalui pesan resmi.
Korban menerima informasi pemberitahuan melalui berbagai media, termasuk Reddit dan WhatsApp, di mana beberapa pengguna menerima pesan phishing dengan data pemesanan sebagai bukti kebocoran. Spokesperson Booking.com mengatakan bahwa mereka segera memperbarui PIN dan mengamankan data para tamu. Pihak perusahaan menegaskan bahwa data keuangan tidak ikut bocor.
Kasus ini menunjukkan risiko tinggi kebocoran data dalam industri perjalanan dan perhotelan yang berpotensi meningkatkan serangan siber seperti phishing. Pelanggan diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan. Perusahaan perlu memperbaiki protokol keamanan sebagai respons untuk mencegah kejadian serupa.



