Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber Besar Terhadap WestJet: Data 1,2 Juta Penumpang Dicuri

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
01 Okt 2025
223 dibaca
2 menit
Serangan Siber Besar Terhadap WestJet: Data 1,2 Juta Penumpang Dicuri

Rangkuman 15 Detik

WestJet mengalami pencurian data pribadi dalam serangan siber besar-besaran.
Data yang dicuri termasuk informasi sensitif seperti paspor dan dokumen identitas.
Kelompok peretas Scattered Spider menargetkan industri penerbangan, termasuk Qantas di Australia.
WestJet, maskapai terbesar kedua di Kanada, mengumumkan bahwa data pribadi 1,2 juta penumpangnya telah dicuri dalam sebuah serangan siber besar yang terjadi awal tahun ini. Kebocoran data tersebut meliputi informasi sensitif yang dapat digunakan untuk pencurian identitas. Menurut laporan resmi yang diajukan ke kantor jaksa agung Maine, setidaknya 240 warga negara bagian tersebut juga terkena dampak dari insiden ini. Data yang dicuri mencakup nama lengkap, tanggal lahir, alamat tempat tinggal, hingga dokumen perjalanan seperti paspor dan identitas resmi pemerintah. Selain data pribadi, informasi terkait program reward pelanggan seperti saldo poin dan detail akun hadiah juga ikut dicuri oleh peretas. Hal ini tentu berdampak pada keamanan dan kepercayaan pelanggan terhadap maskapai tersebut. Serangan ini diduga dilakukan oleh grup peretas bernama Scattered Spider, yang terkenal menggunakan metode rekayasa sosial untuk mendapatkan akses ke jaringan perusahaan dengan menipu staf IT melalui panggilan telepon. FBI dan perusahaan keamanan siber sebelumnya sudah memberi peringatan bahwa sektor penerbangan menjadi salah satu target utama grup ini. Hacker yang sama juga dikabarkan telah menyerang maskapai Australia Qantas dan berhasil mencuri data lebih dari 6 juta pelanggan. Serangan-serangan ini menegaskan perlunya peningkatan keamanan siber secara menyeluruh di industri transportasi dan penerbangan global.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Investigative Journalist)
Serangan dari kelompok seperti Scattered Spider menunjukkan betapa pentingnya edukasi dan awareness karyawan sebagai pertahanan pertama dalam keamanan siber. Fokus hanya pada teknologi saja tidak cukup tanpa memperkuat SDM.
Mikko Hyppönen (Cybersecurity Expert)
Target sektor penerbangan oleh kelompok-peretas ini adalah peringatan keras bagi industri tentang risiko keamanan data yang dapat mengancam privasi jutaan pelanggan sekaligus operasi bisnis.