RUU Digital Asset Market Clarity Tertahan Karena Perselisihan Yield Stablecoin
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Apr 2026
172 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Regulasi yang jelas diperlukan untuk mencegah risiko yang ditimbulkan oleh yield stablecoin.
Perdebatan mengenai stablecoin dapat mempengaruhi keputusan legislasi di Senat.
American Bankers Association berargumen bahwa yield stablecoin dapat mengancam simpanan bank dan stabilitas finansial.
Digital Asset Market Clarity Act menghadapi penundaan karena ketidaksepakatan mengenai aturan pemberian yield pada stablecoin. American Bankers Association menekan bahwa yield tersebut berpotensi mengancam simpanan bank tradisional. Hal ini menimbulkan negosiasi ulang dalam RUU yang diusulkan.
Bankir takut deposan akan menarik dana dari bank mereka dan beralih ke stablecoin yang menawarkan yield lebih tinggi. Senator dari kedua partai sepakat pada kompromi yang membatasi yield stablecoin hanya untuk aktivitas, bukan seperti bunga deposito. Meskipun begitu, kritik dari bankir masih terus berlanjut.
Penundaan ini membuat legislasi penting untuk mengatur pasar aset digital tertunda dan berisiko memperlambat inovasi di sektor crypto. Senator Cynthia Lummis berupaya keras mendorong pengesahan RUU sebelum akhir bulan. Jika gagal segera dibahas, ketidakpastian regulasi akan berlanjut dan pasar stablecoin dapat tumbuh tanpa batas.
Analisis Ahli
Senator Cynthia Lummis
Penting bagi Amerika Serikat untuk segera memberikan kepastian hukum melalui Clarity Act agar pasar digital aset dapat tumbuh dengan aturan yang jelas, menghindari risiko sistemik.Economists of American Bankers Association
Pembatasan yield stablecoin adalah langkah preventif yang perlu untuk menjaga agar dana simpanan tidak beralih secara masif ke produk yang tidak diasuransikan, menjaga stabilitas keuangan.


