Rockstar Kena Serangan Hacker lewat Penyedia Pihak Ketiga, Tuntut Tebusan
Teknologi
Keamanan Siber
13 Apr 2026
119 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rockstar mengalami pelanggaran data yang melibatkan penyedia pihak ketiga.
ShinyHunters mengancam akan membocorkan data jika tebusan tidak dibayar.
Data yang dicuri lebih berfokus pada informasi korporat daripada informasi pemain.
Rockstar mengonfirmasi adanya pelanggaran data yang memanfaatkan akses ke layanan cloud pihak ketiga Anodot. Kelompok hacker ShinyHunters mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengancam akan membocorkan data jika tebusan tidak dibayar sebelum 14 April.
Serangan ini diduga hanya menyasar data korporat seperti keuangan, pemasaran, dan kontrak bisnis dengan Sony atau Microsoft, tanpa menyentuh data pemain. Rockstar menegaskan dampaknya terbatas dan tidak mempengaruhi organisasi maupun gamer mereka.
Kasus ini mengingatkan pada insiden 2022 saat video GTA VI bocor oleh kelompok Lapsus$, menyoroti pentingnya keamanan siber yang kuat pada rantai pasok teknologi, terutama untuk perusahaan game besar. Rockstar kemungkinan akan meningkatkan langkah pengamanan dan mitigasi risiko ke depan.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Cybersecurity)
Insiden seperti ini menunjukkan pentingnya kontrol keamanan yang ketat pada layanan cloud pihak ketiga. Banyak perusahaan besar meremehkan risiko dari penyedia yang memiliki akses signifikan ke data kritis mereka.

