Thales Luncurkan Sistem AI Expeditionary PathMaster untuk Lawan Ranjau Laut Global
Teknologi
Kecerdasan Buatan
11 Apr 2026
93 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Expeditionary PathMaster merupakan inovasi dalam misi kontra ranjau yang mengintegrasikan teknologi AI.
Sistem ini dirancang untuk meningkatkan respons cepat terhadap ancaman di lingkungan maritim yang semakin kompleks.
Kapasitas hybrid sistem memungkinkan kolaborasi antara berbagai aset militer untuk operasional yang lebih efektif.
Thales memperkenalkan Expeditionary PathMaster, sebuah sistem kontra ranjau laut yang didukung oleh kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang untuk operasi ekspedisi dari pelabuhan hingga laut lepas, memberikan kecepatan dan presisi yang lebih tinggi dalam deteksi ranjau. Integrasi dengan berbagai platform dan aset otonom memungkinkan fleksibilitas tinggi di medan operasi.
Sistem ini menggunakan aplikasi Mi-Map berbasis AI yang mampu menganalisis data sonar empat kali lebih cepat dibanding alat konvensional dan memberikan klasifikasi target dengan tingkat akurasi hingga 99%. Selain itu, modul manajemen misi M-Cube memungkinkan koordinasi aktivitas sonar secara real-time dari sistem portable e-POC. Thales telah menyerahkan sistem ini kepada Marine Nationale dan angkatan laut Lithuania sebagai bagian dari pengintegrasian teknologi.
Dengan mobilitas tinggi dan kemampuan integrasi antara aset berawak dan otonom, Expeditionary PathMaster memastikan jalur pasokan aman serta mendukung operasi kemanusiaan di daerah terpencil. Hal ini menandai transformasi digital krusial dalam operasi kontra ranjau dan memperkuat posisi angkatan laut negara yang menggunakannya dalam menghadapi ancaman laut yang semakin kompleks.
Analisis Ahli
Sébastien Guérémy
Ekspansi penggunaan AI dan kemampuan interoperasi dalam operasi kontra ranjau merupakan kunci untuk menjaga kedaulatan laut dan infrastruktur penting di masa yang penuh ketidakpastian.Ahmad Fauzi (Ahli Keamanan Maritim)
Sistem seperti Expeditionary PathMaster menunjukkan kemajuan yang diperlukan agar angkatan laut mampu merespon ancaman ranjau laut dengan cepat, terutama di kawasan strategis yang rawan konflik.


