Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah Misi Sejarah Mengelilingi Bulan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (1d ago) astronomy-and-space-exploration (1d ago)
11 Apr 2026
303 dibaca
1 menit
Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah Misi Sejarah Mengelilingi Bulan

Rangkuman 15 Detik

Misi Artemis II menandai keberhasilan penting dalam eksplorasi luar angkasa manusia setelah lebih dari 50 tahun.
Kru berhasil mengumpulkan data berharga dan melakukan observasi yang dapat mendukung misi masa depan ke bulan.
NASA berkomitmen untuk melanjutkan program Artemis dengan rencana untuk mendaratkan manusia di bulan lagi.
Artemis II adalah misi berawak pertama NASA dalam lebih dari 50 tahun yang berhasil mengelilingi bulan dan kembali dengan selamat. Misi ini berlangsung selama 10 hari dengan kru empat astronaut dari NASA dan Canadian Space Agency. Mereka menumpang pesawat Orion yang diluncurkan menggunakan roket SLS dari Kennedy Space Center. Kru berhasil menyelesaikan perjalanan sekitar 694,774.09 km (481 mil) dan mencapai kecepatan 25,0.00 km/jam (000 mph) di dekat bulan. Mereka mengambil lebih dari 7,000 foto, melihat gerhana matahari, serta melakukan observasi penting untuk zona pendaratan masa depan di bulan. Proses pendaratan kembali ke Bumi berjalan aman menggunakan tiga parasut raksasa di Samudra Pasifik dekat San Diego. Keberhasilan misi ini membuka jalan bagi misi berikutnya yaitu Artemis III yang menargetkan pendaratan berawak di permukaan bulan. NASA berencana membangun pangkalan bulan untuk eksplorasi jangka panjang dan menegaskan kembali ambisi untuk tidak pernah meninggalkan bulan lagi. Misi ini juga menegaskan pentingnya kerjasama internasional dalam eksplorasi luar angkasa.

Analisis Ahli

Dr. Mae Jemison
Keberhasilan Artemis II menandai babak baru dalam eksplorasi bulan yang sangat krusial untuk pemahaman kita tentang ruang angkasa dan potensi kolonisasi masa depan.
Elon Musk
Misi ini adalah langkah penting tapi untuk benar-benar membuka kolonisasi bulan dan Mars, teknologi roket yang lebih efisien masih sangat dibutuhkan.