Perusahaan Kripto dan Penegak Hukum Bongkar Penipuan Rp 770 Miliar di Blockchain
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Apr 2026
60 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perusahaan kripto bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak dana hasil penipuan.
Penipuan kripto meningkat secara signifikan di Amerika Serikat.
Operational Atlantic menunjukkan pentingnya kolaborasi antar industri dan lembaga untuk memerangi penipuan.
Perusahaan kripto Coinbase dan Binance sukses melacak aset kripto hasil penipuan senilai US$ 45 juta dalam kerja sama dengan penegak hukum AS dan Inggris. Penipuan jenis approval phishing membuat korban tanpa sadar menyetujui transaksi yang menguras dompet kripto mereka. Ini menjadi langkah penting dalam mengungkap kejahatan kripto yang selama ini sulit diidentifikasi.
Dalam operasi bertajuk Operation Atlantic, mereka mengidentifikasi 20.000 korban penipuan dan membekukan dana senilai US$ 12 juta yang akan dikembalikan. Mitra lain seperti Chainalysis, Kraken, dan Tether turut berperan dalam investigasi ini. Badan Kejahatan Nasional Inggris dan Paspampres AS juga memimpin upaya ini, menandakan kerja sama internasional yang kuat.
Penipuan kripto di AS mencapai rekor kerugian US$ 11,4 miliar pada 2025, meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya. Pengungkapan 120 domain web penipuan oleh Secret Service menegaskan skala besar masalah ini. Hal ini menuntut penguatan regulasi, edukasi pengguna, dan teknologi pelacakan untuk meminimalisir kejahatan di masa depan.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Penegakan hukum yang melibatkan perusahaan kripto adalah langkah krusial untuk membuat ekosistem kripto lebih aman, tapi edukasi pengguna juga sama pentingnya untuk mencegah persetujuan transaksi yang berbahaya.Elizabeth Rossiello
Kolaborasi lintas sektor dan penggunaan teknologi pelacakan canggih menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara regulasi dan inovasi teknologi dalam melindungi aset digital masyarakat.


