Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Intelijen Korea Utara Kuras Protokol Drift Rp4,6 Miliar Lewat Metode Sosial Engineering

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5d ago) cyber-security (5d ago)
07 Apr 2026
261 dibaca
1 menit
Serangan Intelijen Korea Utara Kuras Protokol Drift Rp4,6 Miliar Lewat Metode Sosial Engineering

Rangkuman 15 Detik

Serangan siber terhadap Drift Protocol menunjukkan risiko tinggi dalam sektor DeFi.
Kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara menggunakan strategi canggih untuk menipu dan mencuri dana.
Industri kripto harus meningkatkan keamanan dan audit untuk melindungi dari potensi ancaman siber.
Kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara berhasil mengeksploitasi protokol DeFi Drift Protocol dengan nilai kerugian sekitar Rp 4.51 triliun (US$270 juta) . Mereka menjalankan operasi intelijen selama enam bulan, membangun hubungan yang tampak sah dengan tim protokol sebelum melakukan serangan. Penyerang melakukan infiltrasi dengan berdalih sebagai perusahaan perdagangan kuantitatif, melakukan interaksi dan menyuntikkan modal nyata. Mereka memanfaatkan kerentanan di aplikasi TestFlight dan editor kode populer serta memperoleh persetujuan multisig target untuk melancarkan serangan. Serangan ini menunjukkan celah serius pada model keamanan multisig yang menjadi tulang punggung tata kelola di industri DeFi. Drift mengimbau protokol lain untuk melakukan audit ketat dan menganggap seluruh perangkat multisig sebagai potensi risiko keamanan.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Serangan ini adalah contoh klasik dari bagaimana pendekatan keamanan tidak cukup hanya dari aspek teknis saja, tapi juga harus mengantisipasi risiko sosial dan operasional yang kompleks.
Mikko Hypponen
Kelompok ancaman yang berafiliasi dengan negara membuktikan bahwa mereka dapat menggunakan taktik hybrid yang menggabungkan teknik hacking tradisional dan operasi intelijen jangka panjang.