Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Intelijen di DeFi: Ketika Kepercayaan Manusia Jadi Titik Lemah

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5d ago) cryptocurrency (5d ago)
07 Apr 2026
179 dibaca
1 menit
Serangan Intelijen di DeFi: Ketika Kepercayaan Manusia Jadi Titik Lemah

Rangkuman 15 Detik

Keamanan di DeFi perlu lebih dari sekadar audit kode; elemen manusia harus dilindungi.
Operasi intelijen yang kompleks dapat membahayakan protokol DeFi lebih dari sekadar kerentanan teknis.
Pentingnya membangun kepercayaan harus diimbangi dengan kesadaran akan risiko yang terkait dengan kompromi sosial.
Insiden peretasan senilai 270 juta dolar AS pada protokol Drift bukan disebabkan oleh bug kode, tapi oleh operasi intelijen selama enam bulan yang memanfaatkan identitas palsu dan hubungan tatap muka. Penyerang berhasil menjadi bagian dari sistem dengan membangun kepercayaan sebelum menyerang secara onchain. Operasi ini dilakukan oleh aktor yang diduga berasal dari Korea Utara, menggunakan taktik yang lebih mirip agen intelijen daripada hacker konvensional. Ancaman ini menunjukkan bahwa keamanan DeFi tidak lagi cukup dengan audit dan verifikasi kode, melainkan harus mencakup aspek manusia dan proses organisasi. Sebagai respon, beberapa protokol seperti Jupiter dan dYdX mulai menguatkan keamanan operasional dan pelatihan internal, serta menekankan pentingnya kesadaran pengguna akan risiko terkait multisig dan kompromi manusia. Ke depannya, risiko dari faktor manusia ini akan semakin menjadi fokus utama keamanan di ekosistem DeFi.

Analisis Ahli

Alexander Urbelis
Operasi peretasan ini adalah operasi intelijen profesional, bukan sekadar hacker biasa, menandakan pergeseran paradigma keamanan DeFi.
David Schwed
Ancaman ini merupakan operasi yang direncanakan dengan matang, dengan unsur manusia sebagai 'Achilles' heel' yang harus dijaga dengan program keamanan kuat.
Kash Dhanda
Audit kode adalah dasar minimal, tapi permukaan serangan kini sudah meluas ke pihak kontributor, otorisasi multisig, dan pelatihan keamanan internal.
David Gogel
Pengguna DeFi harus memahami risiko sosial dan proses di balik protokol yang mereka andalkan, karena risiko kompromi manusia tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.
Lucas Bruder
Kepercayaan telah menjadi kerentanan utama, sehingga protokol harus didesain dengan asumsi bahwa kompromi manusia akan terjadi.