Misi Artemis II: Astronaut Berbicara dengan Presiden dan Mengamati Sisi Jauh Bulan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Apr 2026
23 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Artemis II merupakan langkah penting dalam eksplorasi luar angkasa dan pengembangan pangkalan di bulan.
Astronaut Artemis II melakukan pengamatan unik yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh manusia.
Komunikasi dengan presiden AS menunjukkan pentingnya dukungan politik untuk misi luar angkasa.
Misi Artemis II berhasil melakukan penerbangan mengitari bulan dengan awak manusia dan mencapai jarak terjauh yang pernah dicapai dari Bumi. Astronaut mengamati fitur permukaan bulan yang belum pernah dilihat oleh manusia sebelumnya, termasuk basin Orientale di sisi jauh bulan.
Selama perjalanan, tim astronaut berkomunikasi dengan Presiden Donald Trump dan melaporkan pengamatan ilmiah seperti kilatan akibat mikrometeor. NASA juga mengaktifkan tim sains untuk mendukung misi dengan analisis data real-time dari ruang kontrol di Houston.
Setelah fly-by, misi ini berencana kembali ke Bumi dengan mendarat di Samudra Pasifik pada 10 April 2026. NASA berambisi melanjutkan ekspedisi dengan membangun pangkalan bulan pada 2036, menandai langkah awal pembangunan infrastruktur manusia jangka panjang di luar angkasa.
Analisis Ahli
Barbara Cohen
Momen hilangnya komunikasi saat melewati sisi jauh bulan menegangkan seperti film, menandai tantangan dalam komunikasi antariksa jarak jauh yang perlu diatasi.Kelsey Young
Data warna dan observasi geologi baru dari Artemis II membuka kesempatan penelitian baru yang signifikan mengenai sejarah dan komposisi bulan.

