Penemuan Fosil Kera 18 Juta Tahun di Mesir Buka Tabir Asal Usul Manusia
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
06 Apr 2026
242 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Fosil kera berusia 18 juta tahun ditemukan di Mesir, memberikan wawasan baru tentang asal usul manusia.
Genus baru yang ditemukan adalah Masripithecus moghraensis, yang memiliki hubungan dekat dengan leluhur kera yang masih hidup.
Perdebatan mengenai asal usul kera menunjukkan bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami evolusi kera secara menyeluruh.
Para ilmuwan menemukan fosil kera berusia 18 juta tahun di Wadi Moghra, Mesir yang tergolong genus baru bernama Masripithecus moghraensis. Temuan ini berbeda dari asumsi sebelumnya yang menempatkan asal kera modern di Afrika Timur.
Fosil yang ditemukan hanya berupa fragmen tulang rahang bawah dan gigi yang aus, namun para peneliti melakukan analisis anatomi dan evolusi DNA kera hidup untuk menentukan posisi fosil dalam pohon evolusi kera. Kera purba ini berada sebelum pemisahan kelompok kera besar dan kecil.
Penemuan ini penting karena menunjukkan bahwa asal usul dan evolusi kera tidak hanya dari Afrika Timur tapi juga Afrika Utara, meski beberapa ahli masih meminta bukti fosil yang lebih lengkap untuk memastikan posisi fosil ini dalam evolusi kera.
Analisis Ahli
Shorouq Al-Ashqar
Penemuan ini sangat signifikan dan menunjukkan bahwa gambaran kita tentang evolusi kera selama ini belum lengkap.Erik Seiffert
M. moghraensis diduga hidup di bagian utara Afro-Arabia dan memiliki hubungan dekat dengan leluhur kera modern.Sergio Almecija
Perlu fosil yang lebih lengkap sebelum memperbarui teori asal usul kera dan manusia.David Alba
Adanya fosil kera besar non-manusia di Afrika Utara dan Asia Barat adalah bukti yang sudah diketahui terkait persebaran kera.
