Google dan Komputer Kuantum: Ancaman Baru bagi Keamanan Bitcoin dan Blockchain
Teknologi
Keamanan Siber
06 Apr 2026
12 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Komputer kuantum memiliki potensi untuk mengubah cara kita memahami keamanan enkripsi.
Penggunaan qubit memungkinkan komputer kuantum untuk melakukan perhitungan secara paralel dengan cara yang tidak mungkin dilakukan oleh komputer klasik.
Kekhawatiran terkait dengan komputer kuantum dapat berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk perbankan dan mata uang digital.
Google baru-baru ini merilis penelitian yang menunjukkan komputer kuantum dapat menemukan kunci privat Bitcoin dalam waktu kurang dari 9 menit. Ini mengungkap potensi serangan terhadap sistem blockchain dan enkripsi digital yang selama ini dianggap aman. Komputer kuantum memanfaatkan sifat unik qubit yang mampu berada dalam banyak keadaan sekaligus.
Komputer kuantum menggunakan qubit berbasis loop metalik superkonduktor yang didinginkan hampir ke nol mutlak. Dengan algoritma Shor, komputer ini mencapai efisiensi eksplorasi kunci yang jauh melampaui komputer klasik. Namun, teknologi ini memerlukan kondisi fisik ekstrem dan koreksi kesalahan yang rumit.
Ancaman ini berarti 6,9 juta Bitcoin yang ada saat ini berisiko, begitu juga dengan aset kripto lain dan data terenkripsi bank. Dunia harus segera mengembangkan dan mengadopsi sistem enkripsi tahan kuantum. Jika tidak, perlindungan digital yang selama ini diandalkan akan dengan cepat usang.
Analisis Ahli
Scott Aaronson
Kemajuan Google menunjukkan bahwa ancaman kuantum terhadap kriptografi publik semakin nyata dan perlindungan baru harus segera diprioritaskan.Peter Shor
Algoritma saya memungkinkan komputer kuantum memecahkan masalah faktorisasi yang mendasari banyak sistem enkripsi modern, sehingga kemampuan praktisnya adalah perubahan paradigma.


