TLDR
Xiaomi dan pesaingnya telah menaikkan harga smartphone akibat lonjakan biaya komponen. Permintaan dari industri AI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan harga memori. Kenaikan harga komponen mempengaruhi keseluruhan industri elektronik konsumen, termasuk smartphone dan PC. Xiaomi mengumumkan akan menaikkan harga tiga model ponsel sebesar sekitar 200 yuan (US$29) mulai hari Sabtu mendatang. Kenaikan ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan Oppo, Vivo, dan Honor pada bulan Maret. Hal ini terjadi karena lonjakan tajam harga komponen utama seperti chip memori.Harga chip memori seperti DRAM dan NAND flash naik hampir 4 kali lipat tahun ke tahun, menurut Lu Weibing, presiden bisnis smartphone Xiaomi. Faktor yang mempengaruhi meliputi permintaan AI yang tinggi dan pasokan chip yang terbatas akibat kesulitan memperluas manufaktur dan kenaikan biaya bahan baku dan energi. TrendForce melaporkan kenaikan harga DRAM dan NAND flash hingga 58-75 persen di kuartal kedua 2026.Kenaikan biaya komponen ini menyebabkan gelombang kenaikan harga di seluruh sektor elektronik konsumen termasuk smartphone dan PC. Kondisi ini akan terus berlanjut karena produsen chip terus berjuang memenuhi permintaan AI dan data center. Konsumen dan pelaku industri harus bersiap menghadapi harga lebih tinggi dan potensi inovasi dalam teknologi chip.