AI summary
Peningkatan harga chip memori berdampak signifikan pada rencana produk pabrikan smartphone. DreamSmart Group adalah salah satu perusahaan yang terpaksa membatalkan peluncuran produk baru. Industri smartphone secara keseluruhan sedang mengalami tekanan akibat kelangkaan pasokan dan biaya produksi yang meningkat. Harga chip memori global mengalami kenaikan tajam sebesar 40 hingga 50 persen pada kuartal keempat tahun 2025. Kenaikan ini sangat memengaruhi industri smartphone, karena chip memori merupakan komponen kunci dalam pembuatan perangkat tersebut.DreamSmart Group, perusahaan asal Tiongkok yang memiliki merek smartphone Meizu, mengumumkan pembatalan peluncuran produk terbaru mereka, Meizu 22 Air, yang merupakan handset tipis dan mirip dengan iPhone Air. Pembatalan ini terjadi karena naiknya biaya produksi akibat harga chip yang melonjak.Wan Zhiqiang, Chief Marketing Officer DreamSmart, menjelaskan bahwa kenaikan harga chip sejak kuartal keempat memberikan dampak besar terhadap rencana komersial perusahaan. Dampak ini membuat mereka harus mengurangi portofolio produk agar bisa fokus pada produk yang benar-benar penting.Menurut Counterpoint Research, harga chip memori masih diperkirakan akan naik lagi antara 40 hingga 50 persen pada kuartal pertama tahun 2026, dan naik 20 persen lagi di kuartal kedua. Hal ini menunjukkan kelanjutan krisis pasokan yang belum berakhir dalam waktu dekat.Situasi ini memaksa seluruh industri smartphone untuk mengevaluasi kembali strategi produksi dan portofolio produk mereka. Perusahaan harus mencari cara agar tetap kompetitif sambil menyeimbangkan biaya produksi yang semakin tinggi akibat kenaikan harga komponen penting seperti chip memori.
Lonjakan harga chip memori jelas menjadi sinyal serius bagi industri smartphone yang sangat bergantung pada komponen ini. Perusahaan perlu mengadopsi strategi yang lebih fleksibel dan inovatif dalam mengelola rantai pasokan agar bisa bertahan dalam situasi kenaikan biaya yang tidak terkendali.