Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi AI Baru Bikin Drone Bisa Navigasi Tanpa GPS dan Kamera

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (10h ago) artificial-intelligence (10h ago)
03 Apr 2026
286 dibaca
1 menit
Teknologi AI Baru Bikin Drone Bisa Navigasi Tanpa GPS dan Kamera

Rangkuman 15 Detik

Sistem CLAK memungkinkan drone untuk menavigasi secara akurat tanpa bergantung pada GPS atau kamera.
Penggunaan sensor non-visual membuat teknologi ini efektif di lingkungan yang sulit dan dapat diakses dengan biaya rendah.
Teknologi ini berpotensi memperluas aplikasi drone dalam berbagai industri yang memerlukan navigasi andal.
Tim dari Prince Sultan University berhasil mengembangkan sistem AI bernama CLAK yang memungkinkan drone memperkirakan posisi menggunakan sensor non-visual seperti LiDAR dan data inersia. Sistem ini menargetkan lingkungan seperti terowongan, hutan, dan daerah kota padat yang sulit dijangkau oleh sinyal GPS dan kamera. CLAK menggabungkan convolutional layers, bidirectional LSTM, attention mechanism, dan Kolmogorov-Arnold Network untuk memproses data sensor secara efisien. Proses pelatihannya dilakukan menggunakan data simulasi dari ROS2 tools dan data medan nyata dari Taif, Arab Saudi, yang membuatnya mampu mengurangi kesalahan posisi secara signifikan menjadi kurang dari satu meter. Sistem ini memberikan solusi navigasi yang akurat dan ringan untuk drone dengan keterbatasan perangkat keras dan lingkungan yang sulit, membuka peluang aplikasi di berbagai bidang seperti respons bencana, inspeksi infrastruktur, dan operasi militer. Pengembangan selanjutnya akan fokus pada peningkatan efisiensi dan kerja sama antar drone untuk meningkatkan akurasi serta ketahanan.

Analisis Ahli

Dr. Anwar Al-Harbi, ahli robotika dan AI
Penggunaan kombinasi neural network dan mekanisme attention pada CLAK merupakan langkah maju dalam navigasi drone, terutama ketika menghilangkan ketergantungan pada GPS dan kamera yang rentan gagal dalam kondisi praktikal.
Prof. Siti Nurhaliza, pakar sistem otonom
Sistem ini menunjukkan potensi besar untuk aplikasi di bidang militer dan tanggap bencana, karena kelangsungan posisi yang akurat sangat penting di lingkungan yang sulit dijangkau.