Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Es Hijau di Antartika Ternyata Ledakan Fitoplankton Musim Semi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (11h ago) climate-and-environment (11h ago)
03 Apr 2026
191 dibaca
1 menit
Fenomena Es Hijau di Antartika Ternyata Ledakan Fitoplankton Musim Semi

Rangkuman 15 Detik

Fenomena warna hijau di Antartika menandakan musim semi dan kesehatan ekosistem laut.
Ledakan populasi fitoplankton menunjukkan keseimbangan siklus nutrisi di Samudra Selatan.
Program Copernicus dan satelit Sentinel membantu ilmuwan dalam pemantauan lingkungan secara efektif.
Satelit Copernicus milik ESA mendeteksi warna hijau pada es di Antartika pada Maret 2026. Warna hijau ini menyebabkan penasaran sekaligus kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Para ilmuwan lalu melakukan penyelidikan berdasarkan data satelit Sentinel-2 dan Sentinel-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna hijau berasal dari ledakan populasi fitoplankton, organisme mikroskopis yang berkembang pesat ketika nutrisi dilepaskan dari pencairan es. Fenomena ini berkaitan dengan musim semi di Antartika dan merupakan bagian dari siklus alami ekosistem laut di wilayah tersebut. Fenomena ini menjadi indikator positif bahwa ekosistem laut di Samudra Selatan masih sehat dan berfungsi dengan baik. Pemantauan satelit menjadi alat penting bagi para ilmuwan untuk mengamati distribusi kehidupan laut serta perubahan lingkungan secara real-time, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

Analisis Ahli

Dr. Lisa Campbell (Oseanografer)
Ledakan fitoplankton di Antartika adalah tanda bahwa ekosistem laut masih sehat dan berfungsi, tetapi pemantauan jangka panjang tetap diperlukan untuk mengamati dampak jangka panjang dari pemanasan global.