Kontrak Rp 110.22 triliun ($6,6 Miliar) untuk Mesin F135 Memperkuat Armada Jet Tempur F-35 AS
Sains
Fisika dan Kimia
02 Apr 2026
24 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kontrak terbaru dengan Pratt & Whitney menunjukkan komitmen AS untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin F135.
F135 adalah mesin yang sangat canggih dan mendukung berbagai varian F-35.
Program F-35 mendukung banyak pekerjaan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi AS.
Departemen Pertahanan AS menandatangani modifikasi kontrak senilai 3,8 miliar dolar AS dengan Pratt & Whitney untuk produksi mesin F135, menjadikan nilai total kontrak sekitar 6,6 miliar dolar AS. Kontrak mendukung produksi dan pemeliharaan mesin bagi pesawat F-35 Lightning II yang digunakan militer AS dan mitra internasional.
F135 adalah mesin jet tempur tercanggih yang digunakan pada F-35, dengan output sekitar 115.000 tenaga kuda. Produksi mesin dilakukan di fasilitas utama di Connecticut dengan kontribusi dari sejumlah negara bagian dan beberapa lokasi internasional. Kontrak juga mencakup penyediaan suku cadang dan layanan teknis untuk mendukung operasi armada global.
Peningkatan produksi mesin sebesar 20% menunjukkan permintaan yang terus meningkat untuk pesawat F-35. Kontrak direncanakan selesai pada Maret 2028 dan akan memastikan ketersediaan mesin dan suku cadang untuk kebutuhan militer AS serta pelanggan asing, menjaga kesiapan dan kemampuan operasional pesawat tempur global.
Analisis Ahli
Jill Albertelli
Investasi signifikan di basis produksi global dan rantai pasokan sangat krusial untuk mempercepat pengiriman dan pemeliharaan mesin sesuai tuntutan yang berkembang.


