TLDR
Shenzhen telah meluncurkan kluster komputasi cerdas pertama di China dengan 10.000 kartu. Kluster baru ini memiliki kapasitas komputasi mencapai 11.000 petaflops dan mendukung perusahaan rintisan serta universitas. Inisiatif ini menunjukkan komitmen China untuk meningkatkan teknologi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Shenzhen meluncurkan klaster komputasi cerdas pertama di China menggunakan 10.000 kartu chip AI Ascend 910C dari Huawei dengan kapasitas 11.000 petaflops. Klaster ini adalah bagian dari upaya negara untuk memperkuat teknologi chip dan komputasi lokal yang menjadi kunci dalam perkembangan AI dan robotika. Peluncuran ini menandai kemajuan penting dalam industri teknologi China yang selama ini sangat bergantung pada komponen luar negeri.Selain klaster baru, Shenzhen memiliki klaster lama sebesar 3.000 petaflops yang sudah penuh pemesanan, sehingga total kapasitas kini mencapai 14.000 petaflops. Hampir 50 organisasi sudah memesan daya komputasi ini, mencerminkan tingginya permintaan dari berbagai sektor seperti AI, robotika, dan penelitian akademis. Chip Ascend 910C berkapasitas sekitar 60 persen dari chip Nvidia H100, menunjukkan meski ada gap performa, China fokus pada pengembangan sendiri.Peluncuran ini memperkuat posisi Shenzhen sebagai pusat teknologi AI dan robotika nasional, dengan kapasitas komputasi besar yang akan mendukung inovasi dan riset. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan membuka peluang pertumbuhan startup serta penelitian di dalam negeri. Dengan kapasitas dan dukungan yang besar, potensi inovasi teknologi China diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan.