Penundaan Lisensi Stablecoin HKD Hong Kong Tantang Rencana Maret
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
01 Apr 2026
299 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Hong Kong berusaha untuk menjadi pusat yang diatur untuk stablecoin dan keuangan token.
Keterlambatan dalam penerbitan lisensi dapat memengaruhi kecepatan adopsi stablecoin di pasar.
Keterkaitan antara sistem stablecoin dan infrastruktur moneter yang ada menunjukkan pentingnya kepatuhan regulasi.
HKMA belum mengeluarkan lisensi untuk penerbit stablecoin HKD meski telah dijadwalkan akan dilakukan pada Maret 2024. Hal ini menjadi penundaan yang menimbulkan pertanyaan terkait proses penerapan regulasi keuangan digital baru di Hong Kong.
Financial Secretary Paul Chan Mo-po menyatakan bahwa persetujuan lisensi hanya diberikan kepada pemohon dengan model bisnis yang inovatif dan patuh regulasi. HSBC dan joint venture Standard Chartered dengan Animoca diidentifikasi sebagai calon penerima lisensi yang potensial.
Penundaan ini memperpanjang timeline peluncuran stablecoin dan menunjukkan bahwa HKMA sangat berhati-hati dalam menyeimbangkan antara inovasi dengan keamanan keuangan. Hal ini dapat mempengaruhi percepatan adopsi teknologi blockchain dan posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan tokenized.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Penting untuk regulasi ketat dalam stablecoin guna menghindari risiko sistemik, dan langkah HKMA sejalan dengan itu.Agustin Carstens
Keterlambatan ini mencerminkan kompleksitas mengintegrasikan stablecoin dengan sistem moneter tradisional tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan.