TLDR
Alat pengeditan AI di Samsung Galaxy S26 menawarkan kemampuan modifikasi gambar yang kreatif. Kualitas hasil editan AI masih memiliki kekurangan dan dapat terlihat tidak alami. Pertanyaan tentang etika dan definisi foto semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi pengeditan. Samsung Galaxy S26 meluncurkan fitur Photo Assist berbasis AI yang memungkinkan penyuntingan foto dengan perintah bahasa alami. Fitur ini mengikuti jejak Google Photos namun menambahkan sikap terbuka terhadap perubahan nyata dalam foto yang dihasilkan. Pengguna dapat mengubah elemen seperti pakaian, menambahkan objek seperti hewan peliharaan, atau mengubah latar belakang secara bebas.Meski memiliki filter untuk mencegah pembuatan konten berbahaya seperti gambar kekerasan atau narkoba, kualitas hasil editan Samsung sering kali rendah dan tampak artifisial. Gambar hasil edit beberapa kali kehilangan detail asli dan ada kecenderungan over-editing yang mengganggu komposisi foto. Watermark dan konten kredensial AI memang disematkan tapi mudah dihilangkan tanpa sepengetahuan banyak orang.Fitur ini mengundang pertanyaan etis tentang kapan penyuntingan foto bisa diterima sebagai perbaikan atau ketika sudah menjadi manipulasi berlebihan. Samsung menempatkan AI sebagai alat komunikatif yang mengizinkan sedikit 'pemolesan' tanpa merusak kepercayaan foto secara besar-besaran. Ini membuka perdebatan tentang masa depan fotografi dan harapan masyarakat terhadap keaslian gambar digital.