TLDR
Aerix Systems mengembangkan teknologi propulsi omnidirectional yang mengubah cara drone bergerak. Platform AERIX T-16 menawarkan kemampuan manuver yang lebih baik dan stabilitas dalam kondisi penerbangan yang sulit. Sistem otonomi drone Aerix memungkinkan mereka untuk secara efektif menargetkan dan menetralkan ancaman dalam lingkungan yang kompleks. Aerix Systems meluncurkan teknologi propulsi omnidirectional yang memungkinkan drone bergerak secara simultan ke berbagai arah tanpa mengubah orientasi badan drone. Teknologi ini diintegrasikan dalam platform seperti AERIX T-16 dan drone AXS-µ1 yang menunjukkan kemampuan manuver dan akselerasi luar biasa. Sistem ini menawarkan drone dengan kelincahan tinggi yang lebih stabil dalam berbagai kondisi lingkungan.Propulsi AERIX T-16 dapat menghasilkan dorongan hingga 3,2 kg dan mendukung percepatan hingga 3,5 G, dengan drone yang mampu mencapai kecepatan 124 mph dalam waktu di bawah tiga detik. Dilengkapi dengan algoritma stabilisasi dan sistem kendali thrust yang terintegrasi secara real-time, drone ini dapat terbang stabil meskipun dalam angin kuat hingga 100 km/jam. Sistem otonom drone juga mengizinkan operasi tanpa GPS dan di lingkungan elektronik yang penuh gangguan.Dengan kemampuan interception "hard-kill" yang dapat digunakan ulang, teknologi Aerix Systems memberikan model baru di pertahanan udara yang lebih ekonomis dan efektif. Pendanaan €5 juta dan dukungan dari NATO melalui DIANA mempercepat transisi dari prototipe ke produksi skala industri. Ini membuka peluang luas untuk aplikasi pertahanan, logistik, dan inspeksi drone canggih di masa depan.