Samsung dan SK Hynix Tingkatkan Investasi Chip di China di Tengah Ketegangan AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Mar 2026
255 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Investasi di pabrik wafer di China menunjukkan bahwa negara tersebut masih berperan penting dalam produksi semikonduktor.
Permintaan untuk chip memori meningkat karena kebutuhan komputasi AI, mendorong perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Pengendalian ekspor AS menjadi tantangan bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor, meskipun mereka tetap berinvestasi di fasilitas yang ada.
Samsung Electronics dan SK Hynix memperbesar investasi di pabrik wafer chip mereka di China untuk memenuhi permintaan yang meningkat, khususnya dari sektor kecerdasan buatan. Investasi Samsung di pabrik Xian naik 67,5% menjadi 465,4 miliar won sementara SK Hynix menaikkan belanja di pabrik Wuxi dan Dalian masing-masing 102% dan 52%.
Fasilitas Samsung Xian menyumbang 40% produksi NAND sementara pabrik Wuxi SK Hynix menghasilkan lebih dari 30% output DRAM-nya. Walau investasi sempat terhenti antara 2020 dan 2023, keduanya kini mempercepat pengeluaran untuk memperkuat suplai chip di tengah pasar yang semakin ketat. Lee Byung-chul menegaskan bahwa memaksimalkan fasilitas yang ada adalah solusi tercepat dalam merespon permintaan.
Kendati peningkatan investasi ini penting untuk menjaga China sebagai basis produksi chip utama, pembatasan ekspor oleh AS tetap menjadi hambatan yang signifikan dan mungkin menyulitkan keberlanjutan tren investasi. Perusahaan perlu mempertimbangkan dampak geopolitik sambil mencari cara menyesuaikan operasi mereka agar tetap kompetitif.
Analisis Ahli
Lee Byung-chul
Mengoptimalkan operasi di fasilitas yang sudah ada di China memungkinkan respons lebih cepat terhadap kebutuhan pasar dibandingkan membangun pabrik baru yang memakan waktu bertahun-tahun.

