Permintaan Meningkat Dukungan Kenaikan Harga dan Pengembangan AI di China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
27 Mar 2026
103 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Adopsi OpenClaw telah menyebabkan lonjakan permintaan token di sektor AI di China.
Kenaikan penggunaan token mencerminkan transisi dari kecerdasan buatan yang hanya untuk percakapan ke agen AI yang lebih fungsional.
Meskipun ada peluang, pertumbuhan yang cepat menciptakan tantangan bagi infrastruktur yang ada.
Adopsi luas agen AI open-source OpenClaw di China telah memicu lonjakan penggunaan token AI, menggandakan pemakaian setiap dua minggu sejak Januari 2024. Token adalah satuan dasar teks yang diproses oleh model AI, yang mencerminkan kebutuhan komputasi dan biaya operasional. Peningkatan ini menunjukkan masuknya China ke fase pertumbuhan cepat dalam pengembangan AI.
Data resmi menunjukkan peningkatan penggunaan token harian yang mencapai lebih dari 140 triliun pada Maret 2024, naik dari 100 miliar di awal tahun. Tokoh penting, seperti CEO Infinigence Xia Lixue dan direktur NDA Liu Liehong, mengkonfirmasi tren ini selama forum tahunan di Beijing. Fokus para pengembang kini bergeser ke AI agen yang dapat menjalankan tugas nyata daripada sekadar berbicara.
Lonjakan permintaan membawa tantangan tersendiri dalam hal sumber daya komputasi yang belum cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pasar. Meski begitu, CEO Zhipu AI menegaskan bahwa kenaikan harga sejalan dengan kebutuhan untuk membiayai pengembangan model AI yang lebih baik. Jika tren ini berlanjut, akan terjadi percepatan inovasi dan tekanan meningkat pada infrastruktur teknologi di China.
Analisis Ahli
Xia Lixue
Pertumbuhan penggunaan token AI yang cepat menunjukkan potensi besar di pasar, namun juga mengingatkan akan kebutuhan untuk memperkuat kesiapan infrastruktur demi mengimbangi demand.Liu Liehong
Fokus bergeser ke AI agen menandai evolusi penting dalam AI; bukan hanya interaksi, tapi pelaksanaan tugas otomatis yang akan menjadi pendorong inovasi berikutnya.

