AI summary
Konferensi NeurIPS menghadapi kritik dari China terkait kebijakan sanksinya. NeurIPS mengakui kesalahan dalam mengkomunikasikan kebijakan sanksi yang lebih ketat dari yang diperlukan. Beberapa organisasi profesional di China mengancam untuk memboikot konferensi tersebut. NeurIPS, konferensi kecerdasan buatan terkemuka, membuat kebijakan yang tampak melarang partisipasi entitas yang terkena sanksi AS, termasuk perusahaan teknologi China seperti Huawei. Kebijakan ini menyebabkan kerasnya reaksi dari komunitas riset dan lembaga profesional China yang mengancam memboikot acara tersebut.Organisasi seperti China Computer Federation dan China Association for Science and Technology mengancam mencabut dukungan dan rekomendasi mereka terhadap NeurIPS. NeurIPS mengakui kesalahannya dalam mengaitkan daftar sanksi yang dipakai melebihi kewajiban hukumnya dan menyatakan bahwa itu terjadi akibat miskomunikasi antara mereka dan tim hukum.NeurIPS akhirnya meminta maaf dan menegaskan bahwa kebijakan sebenarnya lebih terbatas dan tidak bermaksud mengecualikan kelompok riset tertentu secara luas. Situasi ini menimbulkan dampak penting pada hubungan kolaborasi riset antara komunitas AI internasional dan China, serta menunjukkan tantangan dalam mengelola regulasi lintas negara.
Kesalahan ini menunjukkan bagaimana birokrasi hukum dan komunikasi internal bisa sangat mempengaruhi kolaborasi internasional dalam ilmu pengetahuan. NeurIPS harus lebih berhati-hati demi menjaga kepercayaan komunitas riset global, terutama dengan negara besar seperti China yang memiliki peran dominan dalam AI.