AI summary
TechInsights telah dimasukkan ke dalam daftar entitas tidak dapat diandalkan oleh Tiongkok karena laporan mereka mengenai Huawei. Huawei menggunakan komponen dari perusahaan semikonduktor besar, yang memicu perhatian terkait sanksi yang berlaku. Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat dalam perang teknologi antara Tiongkok dan negara-negara Barat. China secara resmi memasukkan perusahaan konsultansi semikonduktor asal Kanada, TechInsights, ke dalam daftar entitas yang tidak dapat dipercaya. Larangan ini berarti TechInsights dilarang melakukan bisnis di China dan dilarang menerima informasi sensitif dari individu dan organisasi China.TechInsights dikenal melakukan analisis reverse-engineering pada chip semikonduktor untuk melacak asal-usul komponennya. Baru-baru ini, mereka menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa Huawei menggunakan komponen dari perusahaan besar Asia seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix dalam chip AI Ascend miliknya.Laporan tersebut memicu kontroversi karena diduga Huawei menggunakan chip dari TSMC, yang sebenarnya tidak boleh dilakukan karena sanksi AS melarang Huawei memakai jasa pabrik TSMC. Baik Huawei maupun TSMC membantah laporan tersebut.Selain TechInsights, 13 perusahaan asing lainnya juga dimasukkan ke dalam daftar hitam China. Termasuk di antaranya adalah perusahaan teknologi anti-drone seperti Dedrone by Axon dan DZYNE Technologies. Anak perusahaan TechInsights di Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan juga turut diblacklist.Langkah China memasukkan beberapa perusahaan asing ke daftar hitam ini menunjukkan eskalasi ketegangan dalam perang teknologi global antara China dan negara Barat. Dampaknya akan dirasakan dalam bisnis impor-ekspor serta kerja sama teknologi ke depan.
Langkah China ini adalah upaya strategis untuk menjaga kedaulatan teknologi nasionalnya dan menghentikan pengungkapan rahasia teknologi oleh perusahaan asing. Namun, tindakan ini juga bisa mempercepat fragmentasi industri semikonduktor global dan mempersulit kolaborasi lintas negara.