TLDR
Serangan siber terhadap iPhone meningkat, terutama pada perangkat yang tidak diperbarui. Ada pasar kedua untuk kerentanan yang memungkinkan pengembang exploit untuk mendapatkan keuntungan dari kerentanan yang sudah diperbaiki. Apple terus bekerja untuk meningkatkan keamanan, tetapi perangkat lama tetap menjadi target yang lebih mudah untuk serangan spyware. Beberapa kampanye peretasan besar dengan alat Coruna dan DarkSword menargetkan pengguna iPhone versi iOS lama secara luas di seluruh dunia. Para peretas termasuk spionase Rusia dan kriminal siber Cina yang menggunakan teknik web palsu dan situs terhack untuk menyusup data ponsel korban. Hal ini membuktikan bahwa kerentanan iPhone versi lama lebih rentan diserang dibandingkan model terbaru.Google, iVerify, dan Lookout mendokumentasikan bahwa DarkSword memanfaatkan bug memory corruption yang menjadi kelemahan di iOS lawas, sementara iPhone terbaru dengan iOS 26 dan fitur Memory Integrity Enforcement mampu menahan serangan tersebut. Kebocoran kode DarkSword dan Coruna membuat alat peretasan ini mudah didapat dan digunakan tanpa membutuhkan keahlian tinggi. Pasar eksploit kedua juga memperburuk risiko penyebaran serangan ini.Implikasi dari temuan ini memperlihatkan bahwa keamanan iPhone yang selama ini dianggap sangat solid kini harus diuji ulang. Pengguna yang tidak memperbarui iOS mereka berada dalam risiko besar menjadi korban spyware dan serangan yang luas. Apple harus terus memperketat keamanan dan edukasi pengguna sementara industri keamanan mobile menghadapi tantangan berkembangnya eksploit yang beredar secara bebas.