TLDR
Pemantauan laut di Laut Cina Selatan menunjukkan masalah besar terkait dengan debris. Kementerian Ekologi dan Lingkungan Beijing berupaya melindungi ekosistem laut melalui pemantauan yang cermat. Penggunaan teknologi modern seperti pemantauan satelit membantu dalam mengidentifikasi masalah lingkungan. China menggunakan teknologi penginderaan jauh dan pemantauan kapal untuk mendata kondisi lingkungan Laut China Selatan, yang meliputi pengumpulan data tentang sampah laut dan mikroplastik di wilayah seluas 3,5 juta km persegi. Monitoring dilakukan pada 26 titik di wilayah tengah hingga selatan yang merupakan area sengketa.Kementerian Ekologi dan Lingkungan China melaporkan adanya rata-rata 26,5 potongan sampah per km persegi, yang bila dihitung untuk seluruh wilayah berarti sekitar 92,75 juta potongan sedang mengapung. Mereka juga menemukan mikroplastik sebanyak 0,67 item per meter kubik, terdiri dari plastik termoplastik seperti polipropilena dan polietilena.Hasil pemantauan ini memperkuat upaya perlindungan ekologi dan lingkungan, mempertegas klaim nasional China di Laut China Selatan, serta menjadi dasar untuk penguatan kebijakan lingkungan dan perlindungan ekosistem laut yang kritis dan rentan akibat pengaruh polusi dan persaingan geopolitik.