TLDR
Sora tidak mampu mempertahankan minat pengguna setelah peluncurannya yang awalnya sukses. Teknologi deepfake memiliki potensi untuk menyebabkan kontroversi dan masalah etika yang signifikan. Keterlibatan perusahaan besar seperti Disney menunjukkan adanya minat dalam kolaborasi di bidang kecerdasan buatan, meskipun hasilnya tidak selalu berhasil. OpenAI mengumumkan penutupan aplikasi sosial Sora yang berfungsi seperti TikTok dengan fitur pembuatan deepfake AI yang memungkinkan pengguna membuat video dengan wajah mereka. Fitur 'characters' yang semula disebut 'cameos' mengundang kontroversi hukum dan etika sejak peluncurannya enam bulan lalu. Penutupan ini tidak disertai alasan resmi atau tanggal penghentian yang pasti.Sora mengalami penurunan signifikan dalam jumlah unduhan, dari puncak 3,3 juta menjadi sekitar 1,1 juta. Aplikasi tersebut juga menghadapi masalah serius terkait kurangnya moderasi dan penyalahgunaan fitur untuk membuat konten dengan tokoh publik tanpa izin, hingga pelanggaran hak cipta karakter populer. Disney sempat menawarkan investasi dan lisensi senilai 1 miliar dolar yang batal terlaksana seiring penutupan aplikasi.Meskipun aplikasi Sora dihentikan, teknologi inti Sora 2 masih tersedia melalui ChatGPT berbayar. Hal ini menunjukkan ancaman dan tantangan penggunaan AI deepfake akan tetap ada dan makin berkembang. Dunia harus bersiap menghadapi generasi aplikasi sosial baru yang membawa potensi besar sekaligus risiko besar bagi privasi dan etika.