Lonjakan Saham Circle: Stablecoin USDC Jadi Primadona di Dunia Crypto
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Mar 2026
177 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Circle mengalami lonjakan harga saham yang signifikan karena analisis positif dan tren pasar yang menguntungkan.
Permintaan untuk stablecoin tetap stabil bahkan dalam kondisi pasar yang menurun, menunjukkan peran penting USDC dalam infrastruktur pembayaran.
Tokenisasi aset dan penggunaan stablecoin dalam transaksi AI merupakan tren yang berkembang yang dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut bagi Circle.
Saham perusahaan stablecoin Circle naik lebih dari 100% dalam sebulan terakhir, menjadikannya salah satu saham kripto dengan performa terbaik. Lonjakan ini diperkuat oleh peningkatan rekomendasi analis dan fundamental perusahaan yang membaik, terutama terkait produk stablecoin USDC yang terus diminati.
USDC tetap stabil nilainya walaupun pasar kripto utama turun sekitar 44% sejak Oktober 2025, menegaskan perannya sebagai alat pembayaran global dan infrastruktur tokenisasi keuangan. Permintaan untuk tokenisasi aset meningkat tajam, mencapai nilai pasar Rp 442.55 triliun ($26,5 miliar) , yang turut mendukung pertumbuhan Circle.
Tren baru seperti pembayaran berbasis AI dan regulasi yang berpotensi disahkan di AS menjadi katalis kuat untuk perkembangan Circle ke depan. Kondisi makro seperti inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga juga berperan positif terhadap pendapatan Circle dari bunga cadangan dan bisa memicu kenaikan harga saham lebih lanjut.
Analisis Ahli
Clear Street
Tokenisasi aset dan penggunaan USDC sebagai infrastruktur pembayaran menciptakan peluang sangat besar yang sebelumnya diabaikan pasar.Ed Engel
Meskipun sebelumnya skeptis, saya percaya fundamental Circle kini cukup kuat dengan potensi menengah yang menarik, sehingga menaikkan rekomendasi ke Netral.Seaport Global
Circle masih sangat undervalued dengan potensi target harga hingga $280 karena posisinya yang strategis dalam tren aset digital dan pembayaran AI.