Robot Pelacak Bau Terinspirasi Ngengat Tetap Akurat Meski Sensor Rusak
Teknologi
Robotika
24 Mar 2026
327 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Robot baru dapat berfungsi meskipun salah satu sensornya rusak, meniru perilaku serangga.
Desain robot ini dapat meningkatkan efisiensi dalam situasi dunia nyata seperti pencarian dan penyelamatan.
Pendekatan biomimikri membuka kemungkinan baru dalam pengembangan sistem otonom yang lebih adaptif.
Sebuah tim gabungan dari National Institute of Informatics, Science Tokyo, dan Tohoku University mengembangkan robot pelacak bau yang dapat berfungsi meskipun salah satu sensornya rusak. Robot ini terinspirasi dari ngengat sutra yang mampu menemukan sumber bau dengan hanya satu antena.
Robot dirancang untuk mengadaptasi input sensor yang tidak lengkap dengan mengubah perilakunya secara dinamis, mengikuti studi perilaku ngengat sutra jantan. Uji coba dilakukan di dalam ruang terkendali dan lingkungan luar yang kompleks untuk memastikan keandalan sistem.
Hasilnya, robot mempertahankan performa pencarian yang hampir sama sebelum dan sesudah salah satu sensor dimatikan. Ini membuka peluang baru untuk pengembangan robot yang lebih tahan terhadap kerusakan sensor, berguna dalam pencarian korban bencana dan monitoring lingkungan.
Analisis Ahli
Dr. Hiroshi Ishiguro
Pendekatan biologis dalam desain robot adalah kunci untuk menghadapi ketidakpastian di dunia nyata. Sistem ini menunjukkan bagaimana adaptasi sensorik dapat meningkatkan ketangguhan robot secara signifikan.

