Emas dan Bitcoin Hadapi Perubahan Pasar di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Suku Bunga Tinggi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
22 Mar 2026
309 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Harga emas mendekati pasar beruang meskipun ada ketegangan geopolitik.
Suku bunga dan inflasi yang tinggi menjadi hambatan bagi harga emas.
Bitcoin menunjukkan potensi untuk naik lebih tinggi berdasarkan analisis likuiditas.
Emas turun hampir 20% dari titik tertinggi sepanjang masa di Januari dan mendekati pasar bear teknikal. Ketegangan di Timur Tengah tidak menaikkan harga emas, yang justru turun sekitar 10% sejak perang dimulai pada akhir Februari. Ekspektasi suku bunga tinggi hingga 2026 menekan minat terhadap emas sebagai aset safe haven.
Harga emas saat ini jika disesuaikan dengan M2 money supply menunjukkan level yang konsisten dengan puncak historis di 1974 dan 2011. Sementara itu, bitcoin sedang dalam fase konsolidasi namun mendekati level tertinggi tahun 2021 jika diukur dari likuiditas global. Keduanya menunjukkan pergerakan harga yang mulai berkorelasi setelah sebelumnya berbeda arah.
Situasi ini mengindikasikan emas mungkin membentuk dasar siklis baru pada level likuiditas global tinggi dan bitcoin bersiap untuk potensi kenaikan setelah fase konsolidasi. Investor perlu mencermati kondisi suku bunga dan likuiditas global karena keduanya menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga kedua aset ini ke depan.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Harga emas saat ini menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga dan ketidakpastian makroekonomi, namun tetap menjadi pelindung nilai jangka panjang yang kuat.Cathie Wood
Bitcoin akan terus menjalani siklus konsolidasi sebelum melonjak ke level baru yang menyesuaikan dengan pertumbuhan likuiditas global.