Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peralihan DeFi: Dari Tokenisasi ke Pasar Yield untuk Modal Institusional

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
CoinDesk CoinDesk
22 Mar 2026
200 dibaca
1 menit
Peralihan DeFi: Dari Tokenisasi ke Pasar Yield untuk Modal Institusional

Rangkuman 15 Detik

Tokenisasi aset bukanlah tujuan akhir, tetapi langkah awal menuju pasar yield yang lebih fungsional.
Privasi dan kepatuhan harus menjadi bagian integral dari infrastruktur DeFi untuk menarik modal institusi.
Perubahan dalam desain DeFi mengarah pada integrasi yang lebih baik antara aset digital dan praktek pasar tradisional.
Tokenisasi aset kripto awalnya dianggap sebagai jembatan ke Wall Street namun belum cukup untuk menarik minat institusi besar. Pasar institusional membutuhkan aset yang tidak hanya berada di blockchain tapi juga bisa berperilaku seperti instrumen keuangan nyata dengan kemampuan mengelola yield dan risiko secara aktif. DeFi kini mulai mengadopsi arsitektur hibrida yang menggabungkan aset berizin dengan likuiditas permissionless serta teknologi privasi seperti zero-knowledge proofs. Pendekatan ini memungkinkan kepatuhan, keamanan, dan privasi yang sesuai dengan standar institusi tanpa kehilangan manfaat likuiditas dan komposabilitas DeFi. Perubahan ini membuka pintu bagi partisipasi institusional yang lebih besar dengan mengubah token menjadi instrumen keuangan yang bisa dipakai dalam strategi portofolio kompleks sekaligus memenuhi kebutuhan regulasi. Hal ini menandai bergesernya fokus dari adopsi kripto ritel ke migrasi besar-besaran modal institusional di pasar modal digital.

Analisis Ahli

Robert Leshner
Pasar yield onchain yang mendukung likuiditas dan kepatuhan akan menjadi kunci dalam membawa modal institusional masuk ke DeFi secara berkelanjutan.
Camila Russo
Tokenisasi yang kurang memperhatikan aspek kepatuhan dan privasi tidak akan mampu bersaing dengan produk keuangan tradisional untuk investor institusional.